Wanita Menyukai Pria Yang Punya Rencana
12 Juni 2009 at 12:53 | In MARS AND VENUS | 8 CommentsTags: Wanita Menyukai Pria Yang Punya Rencana

Wanita paling tertarik kepada pria yang percaya diri, punya tujuan, dan bertanggung jawab. Ketiga atribut ini membuat seorang wanita merasa lebih percaya diri, reseptif, dan responsif terhadap pria.
1. Percaya Diri
Atribut pertama yang membuat seorang pria paling menarik adalah percaya diri (confidence). Wanita dapat merasakan apakan seorang pria itu percaya diri. sang wanita secara otomatis mulai tenang dan merasakan yakin bahwa dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Ketika seorang pria tidak merasa percaya diri, sang wanita mulai cemas. Sisi kewanitaannya yang ingin santai dan menerima menjadi panik, dan sisi kejantanan sang wanita mulai muncul untuk melindungi dirinya serta memastikan bahwa dia memperoleh apa yang dia inginkan. Percaya diri dalam diri seorang pria membuat wanita bisa bernafas lega, rileks, dan terbuka untuk menerima dukungan yang ditawarkan sang pria.
Percaya diri bukan berarti bahwa pria harus sempurna, juga bukan berarti pria memiliki jawaban untuk semua hal. Percaya diri adalah sikap mampu-berbuat. Sang pria tahu bahwa apa yang terjadi pasti ada jalan keluarnya. Sekalipun ia tidak mempunyai jawaban, ia percaya bahwa ia dapat, dan akan menemukan jawaban itu.
Dengan percaya diri, seorang pria mendapatkan obyektivitas untuk melangkah mundur dan melihat apa yang dapat dilakukannya. Pada saat yang sulit, ia tetap dingin, tenang, dan sabar. Ketika seorang pria marah dan mengatakan hal-hal yang buruk, ia jelas tidak punya rasa percaya diri. Sebaliknya, ia merasa terancam dan mengancam balik.
2. Punya Tujuan
Seorang pria yang memiliki tujuan adalah pria paling menarik bagi wanita. Ketika pria mempunyai rencana, impian, arah, visi, minat, atau kepedulian, ia sangatlah menarik. Tak peduli betapa besar atau hebatnya rencana atau tujuan tersebut. Ia menarik sampai tingkat di mana ia merasa bergairah untuk mencapai tujuaannya itu. Ia bahkan menjadi lebih menarik ketika memfokuskan tujuannya itu pada sang wanita. Ketika ia terfokus pada upaya membahagiakan sang wanita, maka wanita itu pun bertekuk lutut, tetapi bukan berarti pria tersebut mengabaikan tujuan lain dan hanya ingin membahagiakan wanita semata.
3. Bertanggung Jawab
Ketika seorang pria melakukan apa yang dikatakannya akan dilakukannya, ia secara otomatis menyatakan rasa tanggung jawabnya; ia memancarkan rasa percaya diri bahwa ia akan melakukan apa yangn telah diputuskannya untuk dilakukan. Tak peduli apakah seorang wanita telah menjumpainya sebelumnya atau telah merasakan sikapnya yang bertanggungjawab. Sang wanita akan menganggap ia percaya diri dan punya tujuan. Sang wanita akan tertarik padanya seperti lebah tertarik pada madu. Ketika seorang pria bertanggung jawab, ia jadi peduli, dan wanita haus akan hal itu. Ketika seorang wanita berpacaran dengan pria, dia perlu merasakan bahwa sang pria bukan hanya ingin mengambil sesuatu dari dirinya, tetapi ingin menemukan suatu hubungan bermakna. Semakin pria peduli semakin wanita mempercayainya. Salah satu cara seorang pria dapat menyatakan kepeduliannya dalam berpacaran adalah dengan memperhatikan hal-hal kecil. (John Gray, Ph.D.: Mars And Venus On A Date)
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

sepakat!
salam…
Komentar oleh Fadhilatul Muharram — 12 Juni 2009 #
@ fadhilatul muharram
aku juga sepakar banget mas ^_^…
Komentar oleh deologi — 12 Juni 2009 #
Karena itu barangkali pria telah menikah kelihtan lebih pd dan lebih menarik daripada pria lajang (bagi sebagian wanita lho). Jadi pria lajang apalagi yang sudah mapan akan kelihatan ‘childish’ gak berani memikul tanggungjawab, gak berani buat keputusan dan gak bisa menetapkan tujuan. Tul gak?
Komentar oleh refa — 12 Juni 2009 #
@ refa
yups betul…
Komentar oleh deologi — 12 Juni 2009 #
harus belajar dulu nih….
Komentar oleh iderizal — 12 Juni 2009 #
@iderizal
iya dong, belajar itu wajib hukumnya…
Komentar oleh deologi — 14 Juni 2009 #
Kata siapa ??? belum nikah bukan hanya takut tanggungjawab tapi mungkin ada tanggungjawab lebih besar lagi !!!!!!!!
Komentar oleh riyansleman — 24 Juni 2009 #
@riyansleman
oooo gitu ya mas….wah pengetahuan baru tuh…
Komentar oleh deologi — 24 Juni 2009 #