Kubur Saja Mimpimu Dalam-dalam

22 April 2009 at 12:53 | In KATA HATI | 3 Comments
Tags:

Empat orang perempuan berkumpul di sebuah ruangan kira-kira berukuran 4×3 meter, mereka berbincang mengenai topik seputar kehamilan diiringi cemilan-cemilan yang didapat dari tukang makanan dekat sebuah kampus, dua diantaranya sedang mengandung bayi pertama mereka dan usia kehamilan mereka hampir mendekati sama yaitu empat bulan, perempuan yang satunya lagi sang pemiliki rumah, sudah memiliki anak perempuan berusia 11 bulan yang hitam tapi manis dan perempuan terakhir yang duduk tepat didepan pintu adalah si aku, persamaan diantara mereka adalah sama-sama berusia 25 tahun dengan karakter dan kehidupan yang berbeda. Mereka asyik berbincang sedangkan si aku hanya melongo melihat mereka berbicara sesuatu yang tidak dialami olehnya, disebut bete’ sepertinya ga’ juga toh perbincangan mengenai kehamilan selalu menarik karena hampir semua perempuan akan mengalaminya, tapi ada sesuatu yang membuat si aku berpikir ketika perbicangan itu berlangsung…

”Mel, mau lahiran dimana?” tanya salah satu dari mereka, ”pastinya di Bogor, soalnya ibuku sudah ga’ ada jadi mertua khawatir kalau mel ga’ ada yang ngurus selama lahiran!” katanya dengan tersenyum. Deg… jantung si aku berdebar, rona wajahnya berubah, dia berkata dalam hati ”berarti dia akan pergi!” si aku sepertinya sedih, bukan apa-apa sebulan yang lalu si aku merencanakan sebuah rencana besar dengan mengusung keidealisan sama si mel, tetapi kenapa rencana itu harus tertunda gara-gara kehamilannya, itu artinya si aku harus menunggu padahal menunggu buat si aku adalah hal yang paling memuakkan di dunia ini… si aku bertanya kembali pada salah satu perempuan lainnya, bagaimana rencanamu nde? Tanya si aku dengan nada penasaran, yang si aku tahu perempuan itu sangat perfeksionis dan sangat mengusung logika, tapi… ”gimana ya de… aku ga ngoyo sih, kalau profesi ini bukan buatku ya dah’ mungkin aku di rumah saja ngurus anak, lagian aku ga mau ngasih anakku sama orang lain!” jawaban yang tidak pernah terduga sama sekali.

Mereka sudah berubah sekarang… mungkin hanya si aku yang merasa tersisa dengan keidealisan dan mimpi-mimpi ”indah” dalam benaknya, baginya ketika semua yang diimpikan terwujud maka itulah salah satu kebahagiaan di dunia ini, si aku berpikir apakah mimpi itu harus dikubur saja dalam-dalam? Ga’ usah idealislah cari uang saja itu sudah cukup, ga usah mikir yang aneh-aneh toh’ akhirnya uang-uang juga. Ok, si aku setuju dengan kalimat itu, toh si aku juga tidak memungkiri ingin mendapatkan laki-laki kaya, soleh, baik, tampan dan segudang keindahan dunia yang ingin dia dapatkan. Tapi sepertinya si aku tidak bisa menerima kalau harus berhadapan dengan kubur saja mimpimu dalam-dalam, gitu aja ko repot!.

Jantungnya semakin berdegub kencang saat si aku mengendarai motor sambil membayangkan kubur saja mimpimu dalam-dalam. Rasanya perut si aku ingin muntah,  mual, pokoknya enek…

& Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

  1. pertamax
    tetap bermimpi dan wujudkan

  2. Nggak papa bu, terusken saja mimpinya kalo memang itu akan lebih baik dari kondisi saat ini.

  3. @wandi
    pastinya aku akan terus bermimpi dan berusaha mewujudkan mimpi itu serta berdoa tentunya…


Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.