
Tidak terasa sudah 12 tahun kita berada di jaman reformasi, ingatanku kembali menyeruak di masa dimana aku pernah mendengar seorang pakar ekonomi mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan waktu 20 tahun untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi, waktu itu aku tidak percaya! Tetapi sekarang sudah 12 tahun Indonesia berada dalam keterpurukan itu, jangan-jangan pakar itu benar! atau mungkin akan lebih dari 20 tahun? Bisa saja… 
Setiap 5 tahun sekali kita merayakan pesta demokrasi, maka setiap itu pula aku selalu berharap akan ada perubahan yang berarti di negara ini, 5 tahun yang lalu masih kuingat janji-janji yang diutarakan oleh pasangan capres dan cawapres yang sangat menyejukkan hati dan meyakinkan jiwa bahwa Indonesia memang akan bangkit, tapi sekarang kenapa setiap aku melihat perdebatan capres dan cawapres di televisi tidak terketuk hati ini untuk memilih salah satu dari ketiganya.
Hampir setiap hari kulihat kemiskinan didepan mataku, hampir setiap hari pula aku melihat orang lalu lalang dimana-mana tanpa kerjaan yang jelas, sering aku mendengar orang mengatakan hidup di jaman sekarang semakin sulit saja, mana peran penguasa yang selama ini selalu menjadikan kemiskinan sebagai komoditas penting dalam kampanyenya? Masih banyak contoh-contoh kecil yang kalau disimpulkan masih jauh untuk menggapai kesejahteraan.
Ketika pemilihan partai kemarin, aku masih berharap akan ada angin
segar untuk sebuah perubahan, tetapi ketika kemenangan itu dipublikasikan di media, alangkah kecewanya hati ini kenapa yang ada malah konplik antar partai serta perpecahan untuk memperebutkan kekuasaan, mungkin dalam budaya politik itu hal biasa yang mereka sebut proses demokrasi, tapi kenapa ya’ aku enek’ ngeliatnya…
Demi kemiskinan, demi pengangguran, demi kesehatan, demi ketidakadilan, demi kebodohan, demi harga diri dan moral, demi ketidakjujuran, demi kekuasaan, demi sebuah pengingkaran, demi sebuah janji yang pernah terlontar, aku nyatakan untuk GOLPUT saja!.
8 LANGKAH MENUJU SEHAT:


”seorang wanita menjadi istimewa bagi seorang pria ketika sang pria mendapati bahwa dirinya tidak tertarik secara fisik, tetapi juga menyukainya. Banyak wanita lain yang mungkin menarik secara fisik bagi pria itu, tetapi hanya beberapa saja yang dapat ia ajak berteman. Baca Lanjutannya…

Wanita paling tertarik kepada pria yang percaya diri, punya tujuan, dan bertanggung jawab. Ketiga atribut ini membuat seorang wanita merasa lebih percaya diri, reseptif, dan responsif terhadap pria.
1. Percaya Diri
Atribut pertama yang membuat seorang pria paling menarik adalah percaya diri (confidence). Wanita dapat merasakan apakan seorang pria itu percaya diri. sang wanita secara otomatis mulai tenang dan merasakan yakin bahwa dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Ketika seorang pria tidak merasa percaya diri, sang wanita mulai cemas. Sisi kewanitaannya yang ingin santai dan menerima menjadi panik, dan sisi kejantanan sang wanita mulai muncul untuk melindungi dirinya serta memastikan bahwa dia memperoleh apa yang dia inginkan. Percaya diri dalam diri seorang pria membuat wanita bisa bernafas lega, rileks, dan terbuka untuk menerima dukungan yang ditawarkan sang pria. Baca Lanjutannya…

buahnya indah tapi asam rasanya, I don’t wanna feel like “strawberry field forever” check it out from “The beattles”
Setelah menginginkan rumah impian selanjutnya mobil impian, setelah itu harta impian, setelah itu, setelah itu, impian apalagi setelah itu?. Tidak mendapatkan sesuatu yang diingankan hatipun menjadi gundah, airmata keluar dengan derasnya berasa jadi makhluk paling menderita di dunia, memikirkan duniawi memang tidak akan ada habisnya! mungkin saatnya kudengar kalimat orang bijak dibawah ini: Baca Lanjutannya…
Pagi hari, box hidup ukuran 29 inc itu sudah menyala! suara bisingnya membuat telingaku bergerak dan membukakan bola mata, oh God box stupid sialan itu menyala lagi! kulihat sekilas layar itu, hiruk pikuk manusia di sebuah ruangan dan halaman berkumpul, berjingkrak ria sambil menyanyikan lagu band kesayangannya, mereka sedang menonton pertunjukkan yang sedang dieksploitasi abis-abisan sekarang, terlintas dalam pikiranku, apa anak-anak itu ga’ ada kerjaan setiap hari cuma nonton band? Mereka sekolah ga’ sih?. Baca Lanjutannya…